Langsung ke konten utama

Raspberry Pi + Debian = Raspbian OS, First Step Configurations



Raspberry Pi adalah Kit yang dilengkapi dengan microprocessor ARM (700 MHz) yang berjalan hingga kecepatan 1GHz.

Raspberry Pi mendukung koneksi ke monitor dengan konektor HDMI dan konektor RCA, kemudian dilengkapi dengan  2 Port USB (yang nantinya bisa digunakan untuk memasang USB Mouse dan USB Keyboard), Konektor Audio (Jack 3,5 mm), 1 Slot SD Card (untuk OS dan data) dan 1 Port mcroiUSB untuk power.


Raspberry Pi bisa dijalankan dengan sangat baik dengan OS (Operating System) Debian yang sudah di optimalisasi ke Raspberry yaitu Respbian yang dijalankan dengan HF (hard float). Hard float artinya processor bisa menjalankan instruksi yang kompleks dan intensive sehingga memaksimalkan kinerja processor.
Berikut tampilan dari Kit Raspberry Pi :

Untuk tahap pertama dalam menghidupkan Raspbian Pi sangat mudah, anda hanya perlu mendownload Rasbian image (dapat didownload di sini dan Image Write untuk yang menggunakan Windows dapat didownload di sini).
Kemudian Raspberry Pi dipasang dengan komponen yang diperlukan diantara lain :
1. Kabel USBmicro yang dilengkapi dengan charger (untuk power supply)
2. HDMI Monitor (untuk monitor yang belum mendukung HDMI bisa menggunakan adaptor HDMI ke VGA atau HDMI ke DVI).
3.  Kabel monitor (HDMI / HDMI2VGA / HDMI 2DVI)
4.  USB Keyboard
5. USB Mouse
Selanjutnya adalah mengisi Raspbian OS ke dalam SD Memory yang mempunyai kapasitas 4 GB (minimal), caranya adalah :
1. Download Raspbian Image (download di sini)
2. Download win32diskimage (download di sini)
3. Extract file yang di download tadi sehingga didapat file dengan extensi .img
4. Siapkan SD Memory pada laptop/komputer dengan menformatnya dengan FAT32
5. Jalankan program win32diskimager sehingga muncul tampilan seperti dibawah ini :
pada Image File (klik tombol dengan gambar folder disamping) dan cari file .img yang anda extract tadi, kemudian tentukan Device dengan drive letter tempat SD Memory anda berada, dan terakhir tekan tombol “Write” dan tunggu hingga progres mencapai 100 %.
6. Pasang SD Memory ke Kit Raspberry Pi dan siap untuk dijalankan.
7. Pasang komponen lainnya seperti yang nampak pada gambar diatas.
8. Hidupkan Raspberry Pi dengan menyambungkan charger USBmicro ke jala listrik.
9. Raspberri Pi dan Raspbian siap untuk dijalankan.
10. Ketika boot pertama akan nampak beberapa konfigurasi, anda dapat mengabaikan dengan memilih <finish> dan tekan enter.
Ketika semua berjalan dengan lancar, Raspberry Pi dan Raspbian siap untuk dipakai dan monitor akan menampilkan tampilan desktop sebagai berikut :
Akhirnya Raspberry Pi dengan OS Raspbian berhasil.
Selamat Mencoba :)
Author : Edi Maulana Ali
Electrical Engineering Department, Syiah Kuala University.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listrik Tanpa Kabel, Solusi Masa Depan?

Pernahkan anda membayangkan jika nantinya semua peralatan listrik mulai dari telepon genggam, komputer jinjing (laptop), kipas angin, TV, dan lain sebagainya tidak memerlukan lagi kabel untuk mendapatkan tenaga listrik? Itu bukan lagi khayalan untuk saat ini, bahkan dulu ilmuan bernama Maxwell pernah mencetuskan ide briliannya yaitu membangun sebuah tower yang berfungsi sebagai pemancar energi listrik dan diterima oleh pemakai listrik dalam bentuk wireless (tanpa kabel). 

Jiwa Entrepreneur, Perlukah?

Anda berjiwa “Entrepreneur”? Atau dalam bahasa Indonesia, Anda berjiwa “Pengusaha”? Tentu bagi orang-orang yang mempunyai pendidikan di Ekonomi. Namun untuk anda yang berpendidikan di Teknik, Keguruan, Jurusan Ilmu Pengetahuan, Hukum, Agama, atau lainnya atau bahkan Kedokteran perlukah berjiwa Pengusaha? Itu jawaban yang berbeda untuk setiap orang. Bagi anda yang mempunyai latar belakang pendidikan Ekonomi atau semacamnya tentu saja sudah berfikir sejak awal untuk membangun usaha anda sendiri, anda sudah mengambil ancang-ancang untuk kesana dengan mengambil pendidikan tersebut supaya  lebih mapan dalam mengelola bisnis/usaha sendiri seperti yang diinginkan. 

Warisan Generasi

Teknologi yang kita banggakan saat ini merupakan warisan yang kita dapat dari perjuangan para pahlawan teknologi sebelumkita lahir. Banyak hal yang kita tidak sadari adalah betapa kerasnya kerja para peneliti untuk mewujudkan apa yang kita gunakan pada saat ini. Bayangkan pada abad ke 17 Thomas Alfa Edison melakukan ribuan experimen hanya untuk mendapat satu teknologi yang sangat dibutuhkan oleh manusia yaitu Lamp Pijar yang pada masanya merupakan “keajaiban” dari kerja kerasnya beliau hingga saat ini kita dapat menikmati indahnya bersama keluarga dikala malam hari, melanjutkan aktifitas dan memberikan kecerahan yang didapat saat malam gelap gulita.